7 Kebiasaan Nonton Konser Di Jepang ini Bikin Kamu Kagum

nonton konser di jepang
Sumber: allabout-japan.com

Nonton Konser Di Jepang – Negeri Matahari Terbit memang terkenal dengan budaya disiplin dan tertibnya. Kebiasaan seperti ini, juga memberi pengaruh saat nonton konser.

Untuk urusan nonton konser di Jepang, kamu engga bakal ketemu yang namanya ricuh apalagi ugal-ugalan seperti konser dangdut yang umum terjadi di Indonesia.

Uniknya Tata Krama Nonton Konser di Jepang

Lebih jelasnya, yuk simak ulasan 7 kebiasaan orang jepang saat menonton konser yang bakal membuat kamu terkagum-kagum:

Antrean Masuknya Tertib, Engga Bikin Pusing Kepala

Kebiasaan pertama kali adalah jangan berleha – leha. Tahu kan bagaimana sifat warga Negeri Sakura yang disiplin dan selalu on time. Jadi, kalau acara konser di mulai pukul 7 malam, ya konser pun akan di mulai sesuai rundown.

Saat memasuki area konser, antrean panjang pun terlihat tertib tidak saling senggol depan belakang.

Biasanya, di dekat pintu masuk terdapat tempat pembelian atau penukaran tiket konser plus biaya tambahan untuk pembelian softdrink.

Engga Ada Namanya Desak – Desakan

Harga tiket konser dengan stadium yang megah dan berkesan international tergolong cukup mahal. Sekali nonton harus merogoh kocek setidaknya 10 Ribu yen. Itu pun tergantung siapa artisnya.

Untuk kelas menengah dan indie biasanya cukup mengeluarkan biaya kisaran 3 Ribu hingga 6 Ribu yen saja.

Kamu jangan terkejut dengan kebiasaan mereka yang rapih dan tidak berdesak – desakan. Jarang sekali di temui tawuran maupun kisruh besar antar kelompok.

Baca juga:  Ini Nih Caranya Mencegah Perut Kembung Pada Bayi

Staff penyelenggara konser pun tampak sigap dan siap selalu. Layaknya pengatur lalu lintas agar perhelatan berjalan lancar, tidak ada hambatan di satu tempat hingga membuat kacau apalagi desak – desakan di sisi yang lainnya.

Penonton Lebih Menikmati Alur Konser

Secara umum, si artis akan unjuk gigi menampilkan gaya bermusik di atas panggung. Seakan berbeda prinsip, di Negeri Sakura – justru penontonlah yang unjuk gigi dengan mengeluarkan suara – suara meriah dan antusias sesuai dengan nada dan irama yang selaras.

Hal itu di lakukan untuk menghormati dan menghargai artis kesayangan mereka. Selain itu, para penonton konser lebih mudah di atur dan kompak.

Misalnya, ada saatnya penonton harus hening, ada waktu dimana penonton berteriak mengikuti si Artis agar lebih semangat. Jadi, penonton sudah mengatur waktu yang tepat dan lebih menikmati alur konser.

Ngga Bakal Kehilangan Spot Tempat Duduk

Saat memasuki area konser dan siap untuk menikmati setiap suguhan acara, masing – masing tempat duduk sudah di lengkapi lampu LED yang di berikan secara cuma – cuma atau gratis.

Satu hal terpenting, tidak ada yang mencuri spot atau tempat duduk milik orang lain, semua tertib pada tempatnya masing – masing.

Untuk area datar yang berada di depan panggung biasanya tidak di lengkapi kursi. Namun khusus konser di Jepang, pihak penyelenggara secara khusus menyediakan kursi yang praktis dan mudah di bawa ke mana saja. Seperti kursi acara hajatan.

Uniknya, kursi – kursi tersebut tidak akan berubah posisi apalagi tergeser hingga susunan menjadi amburadul dan pindah ke lain sisi.

Masyarakat Jepang sama sekali tidak akan menggeser semua kursi itu apalagi sampai mengubah susunannya menjadi acak-acakan. Kursi tersebut akan terlihat rapih hingga perhelatan usai.

Baca juga:  Sinopsis Film Korea Hit-and-Run Squad (2019)

Tetap Tertib Saat Meninggalkan Stadium

Acara konser selesai, saatnya penonton keluar stadium. Sekitar 80 ribu orang akan keluar secara bersamaan. Mungkin pula desak – desakan hingga dorong – dorongan. Namun, di Jepang tidak seperti itu. Semua berjalan sangat tertib dan rapih.

Staff konser dengan sigap dan cekatan akan memberikan instruksi berdasarkan urutan atau giliran yang harus meninggalkan stadium. Jadi tidak semua penonton satu stadium keluar secara bersamaan.

Misalnya, staff akan memberi instruksi giliran sisi tepi terlebih dahulu. Instruksi yang di berikan biasanya seperti, “penonton di Arena A di persilahkan keluar melalui Gate 1.”

Setelahnya, staff pun memberikan instruksi untuk giliran selanjutnya. Semua hal itu akan di taati oleh penonton hingga tidak saling menghambat.

Nonton Konser di Jepang, Tidak Ada Sampah Berserakan

Berkenaan dengan budaya Jepang, salah satunya adalah tentang kondisi lingkungan bersih dan bebas polusi. Hal ini membawa pengaruh terhadap kebiasaan masyarakat Jepang itu sendiri.

Prinsip buang sampah sembarangan sama saja melakukan kejahatan terhadap lingkungan. Sebab, apabila di lakukan, setiap warga akan menerima hukuman berupa denda maupun hukuman di penjara.

Di Jepang, setiap orang wajib memisahkan sisa makanan atau minuman yang menempel pada wadah sebelum di buang. Selain itu, di haruskan pula memisahkan tutup wadah atau botol.

Hebatnya, jika itu bekas botol susu, jus, maupun bekas kopi harus di cuci terlebih dahulu sebelum masuk ke tempat sampah.

Tidak heran, jika lingkungan di sekitar konser terlihat bersih dan bebas dari sampah berserakan.

Pemakaian Atribut Yang Jelas

Saat nonton konser, sangat umum jika para penontonnya mengenakan berbagai atribut. Nah, atributnya pun jelas berhubungan dengan sang artis, bukan bendera slankers yang sering di temukan pada sebagian besar konser di Indonesia.

Baca juga:  Sinopsis Heart Surgeons Episode 01 - 32 (2018)

Atribut yang di pakai biasanya seperti lampu LED yang akan di lambai-lambaikan oleh penonton mengikuti irama musik. Bahkan ada yang membawa hand banner maupun placard.

Placard sendiri merupakan kreasi si penggemar artis yang berisi kalimat dukungan atau ungkapan.