Tak Melulu Soal Cinta, Selingkuh Berawal Dari 10 Hal Ini

potensi selingkuh
Sumber: idntimes.com (fera nur aini)


Dalam dunia percintaan, tidak jarang ada salah satu pasangan kekasih atau bahkan keduanya bermain hati atau selingkuh dengan orang lain.

Menurut pendapat Dr. Jane Greer – terapis seks dan pernikahan: Selingkuh dapat di sebabkan karena seseorang tidak bisa menahan diri jika keinginannya tidak dapat terpenuhi oleh pasangan.

Jika kamu membina hubungan, tentu harus menerapkan prinsip give and take, yang menguntungkan kedua pihak. Jika kamu sayang dengan orang lain, orang tersebut juga harus melakukan hal serupa.

Tetapi tidak jarang salah satu pasangan menginginkan sesuatu yang memang tidak ada pada diri pasangannya. Kondisi ini tentu dapat membuat keretakan dalam hubungan yang terbina.

10 Hal Penyebab Selingkuh

Nah, kira – kira hal apa saja sih, menjadi penyebab seseorang itu mudah selingkuh. Simak penjelasan di bawah ini:

Lebih Suka Liat Sosmed Daripada Muka Pasangan

Perilaku ini memang salah satu kondisi di mana seseorang sudah bosan, jenuh, atau malas melihat wajah pasangan. Saat bertemu salah satu pasangan lebih sering bermain ponselnya, dan menomorduakan pasangan.

Hal ini tentu mudah di sadari oleh pasangan lainnya, karena mereka akan merasa terabaikan dan menjadi mudah mencari perhatian lain.

Nah, perhatian dari orang lain inilah yang memicu selingkuh. Karena biasanya pihak lain cenderung akan memberikan pengalaman lebih menyenangkan dan perhatian lebih daripada pasangan yang sibuk bermain ponsel dan sosmednya melulu.

Baca juga:  Ini dia 8 Cara Kasih Kode Ke Gebetan Lewat WhatsApp

Maka dari itu, jika kamu merasa terlalu sering bermain ponsel, sebaiknya mulailah membatasi diri karena dapat melukai pasangan.

Sebaliknya apabila mendapati pasanganmu sedang bersosmed ria. Dirimu juga harus lebih pengertian. Siapa tahu ia sedang sibuk sosial media karena memang ada pekerjaan yang tidak bisa tertunda dan butuh perhatian khusus.

Sering Nongkrong Saat Jam Sempit

Tidak jarang, saat sedang bekerja dan telah tiba jam makan siang. Sebagai manusia tentu kita harus mengisi perut. Tentu makan sendiri tidak seasik makan bareng temen atau rekan kerja. Bahkan biasanya karyawan atau pekerja memiliki teman makan rutin.

Nah, rekan makan inilah yang menjadi potensi berselingkuh. Karena dengan makan bersama orang yang cukup dekat, kamu dapat mengenal rekan makanmu secara lebih mendalam.

Tidak jarang dapat tersentuh oleh perilakunya, hal ini mampu menimbulkan perasaan intim antara dia dengan kamu.

Sebenarnya bagi seorang pekerja, makan bersama kerabat secara rutin bukanlah hal buruk. Tetapi jika mulai ada dorongan secara emosional, dan merasakan perasaan lebih dari sekedar teman. Sebaiknya kendalikan diri dan berikan batasan.

Hindarilah situasi tersebut sebisa mungkin, karena pasanganmu tidak bisa melakukan pencegahan, dan cuma kamu yang punya kontrol atas dirimu sendiri.

Menghubungi Kerabat Sekantor, Di luar Jam Kerja

Seringkali di anggap remeh, karena kebanyakan kolega kerja ingin bonding atau membuat ikatan dengan rekan kerjanya. Agar lingkungan kerja dapat lebih nyaman dan kerjaanpun bisa terasa lebih ringan.

Tetapi kamu harus berhati – hati terhadap kondisi ini. Pastikan topik pembicaraan yang di bahas hanyalah soal pekerjaan. Sebab biasanya, jika sudah terlalu dekat dan intim dengan orang lain, kamu akan membangun kenyamanan yang sebenarnya berdampak buruk dan tidak seharusnya terasakan.

Baca juga:  Ini Nih Beberapa Tanda Si Kecil Harus Disusui

Kalau sudah seperti itu, pastikan untuk selalu membatasi diri. Kendalikanlah suasana agar tidak merasa terlalu nyaman dengan lawan jenis.

Merahasiakan Sesuatu

Perselingkuhan tak melulu di mulai dari sentuhan fisik saja. tetapi dari kebiasaan kecil seperti main rahasia – rahasiaan dengan pasangan. Hal itu biasanya di lakukan karena merasa apa yang di lakukannya salah.

Sebagai pasangan tentu kita harus dapat terbuka dengan lawan jenis mengenai apa yang sedang di alami. Meskipun ada privasinya masing – masing, tidak baik menutupi sesuatu.

Terserah Kamu Mau Bilang Apa

Kalimat ini memang sering muncul pada pasangan yang sering bertengkar, dan merupakan salah satu indikator pertama dimana keretakan terjadi.

Hal ini menunjukan jika seseorang tidak ingin mendengar pendapat pasangannya. itu dapat menjadi pemicu untuk pasangan mencari orang yang setuju dengan pendapat dirinya.

Dengan demikian, cobalah dengarkan apa yang ia kemukakan. Lalu berikan pendapat rasional.

Mengatakan Jika Sesuatu Tidak Bisa Berubah

Kalimat tidak bisa berubah menunjukan jika pasangan sudah menyerah terhadap komitmen dalam hubunganmu dan sudah tidak memiliki niat untuk memperbaikinya.

Pada tahap ini seseorang ingin cari hal baru yang lebih membuat dia bersemangat kembali. jika kamu memiliki kesalahan atau kebiasaan yang pasanganmu benci, cobalah untuk merubahnya.

Buktikan pada pasangan jika dirimu bisa berubah menjadi orang yang lebih baik untuk dia. Dengarkanlah dulu, apa keinginannya.

Merasa Punya Hak Untuk Membuat Diri Bahagia

Hal ini memang di dasari oleh ego pasangan, yang ingin mencapai kebahagiaan dengan melakukan sesuatu seenaknya. Jika pasanganmu kebetulan demikian, sebaiknya pelajari kondisi dan cobalah untuk membuka diri dengan pasanganmu.

Umumnya jika sudah terbuka, orang lain pun juga akan ikut terbuka dengan mengungkapkan keluh kesahnya.

Baca juga:  Sinopsis My Only One Episode 1 - 106 (2018)

Menceritakan Masalah Pribadi Pada Teman Dekat

Jika pasanganmu memiliki teman lawan jenis yang sudah sangat akrab dan tahu seluk beluknya, waspadalah – ini merupakan bibit selingkuh berikutnya.

Punya temen dekat sebenarnya bukanlah hal buruk. Tetapi sebagai pasangan, sebaiknya beri batasan pada diri pasangan untuk tidak bercerita perihal masalah pribadi kepada temen dekatnya. Agar tidak timbul perasaan lebih.

Ga Antusias Untuk Berhubungan Seks

Bagi yang sudah menikah, seks memang merupakan salah satu faktor penting terkait kedekatan antara suami dan istri. Tetapi jika kamu atau pasangan sudah merasa jenuh dengan hubungan seksmu, harap berhati – hati.

Merasa Senang Ketika Orang Lain Menyapa

Sebenarnya hal ini rentan di hadapi semua orang, karena menyapa antar sesama orang dapat memperbaiki suasana hati.

Tetapi seketika berubah menjadi masalah, saat sapaan tersebut malah berlanjut ke pembicaraan serius atau terlarang yang menjadi cikal bakal keretakan dalam hubungan.